Kata yang Terbuang
Menjalin hubungan lebih dari empat tahun tentu bukan perjalanan yang mudah bagi mereka. Suka dan duka telah mereka lewati bersama, menorehkan kenangan yang tak terlupakan, merangkai hari demi hari penuh arti. Namun, impian yang mereka rajut bersama ternyata hanya semu, berbaur dengan keraguan dan ketidakpastian yang semakin mengabur seiring berjalannya waktu. Gadis dengan rambut sebahu itu menatap langit senja yang perlahan meredup, semburat oranye berganti menjadi bayangan temaram. Tatapannya kosong, tetapi benaknya penuh –menyelam dalam lautan pikiran yang tak berujung, mengarungi kenangan yang berulang kali datang tanpa diundang. Angin sore berembus lembut, menyibak beberapa helai rambutnya, seolah ingin membisikkan sesuatu yang tak mampu diungkapkan oleh kata-kata. "Maaf," kata lelaki di sebelahnya, suara itu terdengar samar namun cukup jelas untuk ditangkap oleh Anka. "Iya," jawabnya pelan, suaranya tercekat. Kata-kata itu terasa berat, seperti ada sebuah...