Senja di Ujung Ingatan
Hujan turun pelan, merayap di atas genting, menciptakan melodi yang akrab di telinga. Udara basah merayap masuk melalui celah jendela, membawa aroma tanah yang baru tersentuh rintik. Di dalam kamar yang remang, seorang perempuan tua duduk di ujung ranjangnya, tangannya sibuk merapikan selimut dengan gerakan yang begitu hati-hati, seolah-olah menata ulang sesuatu yang lebih dari sekadar kain—mungkin kenangan, mungkin rindu yang tak berujung. Panti wredha adalah rumah yang asing, tapi juga satu-satunya tempat yang tersisa baginya. Dinding-dindingnya menyimpan gema percakapan yang kerap melayang di udara—tentang cucu yang datang berkunjung, tentang anak yang menelepon sesekali, tentang keluarga yang masih ada, masih peduli. Namun, di sudut ruangan ini, sepi terasa lebih akrab daripada suara manusia. Sejak petugas meminta penghuni kembali ke kamar, Oma hanya duduk diam, membiarkan pikirannya berkelana. Di luar, hujan masih bernyanyi, menyatu dengan suara pelan yang datang d...